FPDL Penguat Identitas dan Jati Diri Masyarakat Gorontalo

Bagikan:

BOHUSAMI.ID, Kabupaten Gorontalo – Keunikan Festival Pesona Danau Limboto (FPDL) 2024 ini ada pada penyajian nilai lokalitas, kekayaan alam dan budaya Gorontalo yang orisinil. Hal ini menjadikan FPDL sebagai festival yang paling besar dan kuat temanya di Provinsi Gorontalo.

Sajian atraksi saat pembukaan yang sudah direncanakan saja sudah menunjukkan betapa nilai-nilai lokal alam dan budaya Gorontalo menjadi sajian utamanya.

Direncanakan pada pembukaan festival akan disuguhkan pagelaran teatrikal bertema Danau Limboto, atraksi seni dan budaya Gorontalo, musik etnis yang dikemas apik, dan menampilkan artis daerah.

Dalam rangkaian FPDL ini juga menyajikan atraksi yang sarat dengan nilai budaya, juga mengekspos potensi sumber daya alam. Ini membuktikan FPDL ini sebagai penguat identitas dan jati diri masyarakat Gorontalo.

“Kami mendesain Festival Pesona Danau Limboto ini agar menjadi penguat nilai-nilai budaya Gorontalo, masyarakat semakin cinta dan peduli dengan seni dan tradisi sendiri. Salah satu fungsi festival ini adalah penguatan identitas kegorontaloan,” kata Haris S Tome Ketua Panitia Festival Pesona Danau Limboto yang juga Asisten 3 Setda Kabupaten Gorontalo, Senin (3/6/2024).

Cornelis van Vollenhoven (8 Mei 1874 – 29 April 1933) seorang atropolog Belanda memasukkan Gorontalo sebagai salah satu dari 19 daerah di Hindia Belanda yang memiliki sistem lingkaran hukum adat atau adat rechtskringen. Sistem ini menggolongkan ratusan adat dari berbagai daerah di Indonesia menjadi 19 lingkaran hukum adat atau suku bangsa. Ke-19 daerah tersebut adalah (1) Aceh, (2) Tanah Gayo, Alas, dan Batak, (3) Daerah Minangkabau dan Mentawai, (4) Sumatera Selatan dan Enggano, (5) Daerah Melayu, (6) Bangka dan Belitung, (7) Kalimantan, (8) Minahasa, (9) Gorontalo, (10) Daerah Toraja, (11) Sulawesi Selatan, (12) Kepulauan Ternate, (13) Maluku Ambon, (14) Irian, (15) Kepulauan Timor, (16) Bali dan Lombok, (17) Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Madura, (18) Solo dan Yogyakarta, dan (19) Jawa Barat.

Masuknya daerah ini menjadi penegas bahwa nilai-nilai Gorontalo sangat penting dalam khazanah Budaya Indonesia. Gorontalo menjadi salah satu unsur kekuatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pembangunan budaya sangat penting, salah satunya sebagai character building, melalui Festival Pesona Danau Limboto nilai-nilai budaya Gorontalo diangkat dan dikuatkan,” ujar Haris Tome.

Festival ini juga berfungsi perayaan budaya Gorontalo, juga menjaga dan meneruskan nilai-nilai yang telah diwariskan dari generasi ke generasi, yang memungkinkan untuk mengeksplorasi kekayaan tradisi, sejarah, dan cerita-cerita nenek moyang yang membentuk dasar budaya.

Dalam festival ini juga mendorong pelestarian adat dan tradisi Gorontalo, termasuk merevitalisasi budaya melalui penguatan. Festival Pesona Danau Limboto yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) juga memiliki makna penting sebagai media pelestarian budaya. (DM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *