BOHUSAMI.ID, TOMOHON – Di bawah kepemimpinan duet Wali Kota Caroll Senduk dan Wakil Wali Kota Sendy Rumajar,
Kota Tomohon dinilai berhasil menciptakan standard baru dalam tata kelola Pemerintahan di Sulawesi Utara.
ekonom dan pemerhati kebijakan publik LSM FORTRAN, Stefy Edwin Tanor, SE, Ak, MM, dalam analisis terbarunya yang menyoroti lompatan kinerja signifikan Kota Tomohon, Jumat (6/2/2026).
Berdasarkan data Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (EKPPP) dari Kementerian PAN-RB Republik Indonesia, Kota Tomohon meraih skor impresif 4,2 dengab predikat A-.
Angka ini menempatkan Tomohon sebagai pemimpin klasemen Pelayanan Publik di Sulawesi Utara, melampaui Kota Manado 3,67 (predikat B) dan Kota Kotamobagu 3,71 (predikat B).
“Ini adalah sebuah “anomali positif”, disaat kota-kota besar lain masih bergelut dengan tantangan birokrasi, Kota Tomohon justru mampu melejit,” papar ekonom dan pemerhati kebijakan publik sekaligus Ketua LSM FORTRAN, Stefy Edwin Tanor, Jumat (6/2/2026) menyoroti lompatan kinerja signifikan Kota Tomohon.
Menurut dia, agi investor dan pelaku ekonomi, angka ini adalah jaminan efisiensi dan rendahnya hambatan usaha.
Keberhasilan ini, ungkap Tanor, merupakan buah dari “Hybrid Leadership” atau sinergi lintas generasi antara Caroll Senduk dan Sendy Rumayar. Walikota Caroll Senduk berfungsi sebagai “Anchor” atau jangkar stabilitas, terutama dalam mempertahankan opini WTP 11 tahun berturut-turut.
“Sementara itu Wakil Walikota Sendy Rumayar berperan sebagai “Accelerator” yang membawa napas inovasi digital dan inklusivitas pelayanan kedalam birokrasi,” tambahnya.
Analisis tersebut juga menyoroti pengakuan Internasional yang baru saja diraih, yakni ASEAN Clean Tourist City 2026. Prestasi ini dianggap sebagai sertifikasi kualitas hidup internasional yang akan mendongkrak daya saing ekonomi Tomohon di level regional Asia Tenggara.
Selanjutnya Stefy juga menekankan bahwa prestasi ini akan diikuti dengan harapan rakyat Tomohon agar “Standard skor A-” ini menjadi fondasi bagi transformasi Tomohon menjadi Smart City dan Pusat Agrowisata unggulan.
“Secara politik dan ekonomi, duet Caroll – Sendy telah berhasil menerapkan “politik kinerja” berkesinambungan. Tantangan kedepan adalah merawat kepercayaan publik ini dengan memastikan setiap prestasi yang diraih berdampak langsung kepada kesejahteraan di “meja makan rakyat” ujar Tanor.
Di sisi lain, Tanor juga mengingatkan satu tokoh di balik berbagai prestasi dan penghargaan yang diterima Kota Tomohon. Ada “panglima perangnya” sebagai komandan lapangan yakni Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot), Edwin Roring.
“Secara birokrasi beliaulah yang paling bertanggung jawab atas semua action birokasi daerah,”tutup Stefi Tanor yang juga Direktur Eksekutif Forum Tomohon untuk Transparansi Anggaran (FORTRAN).(dki)







