BOHUSAMI.ID, LIMBOTO – Semangat sportivitas dan persaudaraan menyelimuti Gelanggang Olahraga (GOR) David-Tony, Kabupaten Gorontalo, pada Sabtu pagi (31/1/2026). Sebanyak lima perguruan karate terkemuka di bawah naungan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) berkumpul untuk melaksanakan latihan bersama atau Gashuku.
Kelima perguruan yang terlibat dalam agenda besar ini adalah Gojukai, Lemkari, ASKI, PORBIKAWA, dan INKANAS. Kegiatan ini diinisiasi untuk menyamakan persepsi teknik sekaligus memperkuat sinergi dan keakraban antar-atlet maupun pelatih di wilayah Gorontalo.








Gasuku Bersama 5 Perguruan Karate: Gojukai, Lemkari, INKANAS, Forbikawa dan Aski
Latihan lintas perguruan ini terasa istimewa dengan kehadiran para instruktur senior yang mendampingi langsung para karateka di lapangan. Para pelatih yang memimpin sesi latihan ini antara lain:
Sihan Wempi Waroka (Lemkari)
Sensei Hikmatiar Sidik (INKANAS)
Sensei Indra Loho (ASKI)
Sensei Yanto Huntua (Gojukai)
Senpai Moh. Richaldi (Forbikawa)
Sihan Wempi Waroka menjelaskan, bahwa Gashuku ini merupakan gagasan dari FORKI Kabupaten Gorontalo sebagai langkah awal menghadapi berbagai event besar di tahun 2026, mulai dari tingkat daerah hingga internasional.
“Kegiatan ini bertujuan membina keakraban sesama anak karate di Kabupaten Gorontalo. Kami ingin memastikan setiap atlet siap menghadapi event apa pun, baik mewakili perguruan masing-masing maupun mewakili daerah di tingkat nasional,” ujar Sihan Wempi saat diwawancarai.
Lebih lanjut, Sihan Wempi menyampaikan, bahwa target utama di tahun 2026 adalah meraih prestasi gemilang pada Kejurnas FORKI yang dijadwalkan berlangsung Juni mendatang. Harapannya, lebih banyak atlet asal Kabupaten Gorontalo yang lolos seleksi nasional.
“Insya Allah, dari Kejurnas tersebut, kita menargetkan ada atlet Gorontalo yang bisa mewakili Indonesia di ajang internasional seperti event SKIF yang akan dilaksanakan di Uni Emirat Arab dan Jepang,” pungkasnya optimis.
Sensei Yanto Huntua menambahkan, bahwa latihan dimulai sejak pukul 08.00 WITA dengan fokus pada penguatan dasar (Kihon), pendalaman jurus (Kata), hingga simulasi pertarungan (Kumite). Selain aspek fisik, para pelatih menekankan pentingnya filosofi karate, yakni pembentukan karakter dan rasa hormat antar sesama praktisi beladiri tanpa memandang perbedaan lambang di dada.
“Kegiatan ini bukan sekadar mengasah fisik, tapi bagaimana kita membangun ekosistem karate yang sehat di Gorontalo. Di luar kita berkompetisi, tapi di sini kita adalah satu keluarga besar,” ujar Sensei Yanto di sela-sela kegiatan.
Ratusan karateka dari berbagai tingkatan sabuk tampak memenuhi area GOR David-Tony dengan antusiasme tinggi. Latihan bersama ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin guna mempersiapkan atlet-atlet lokal menghadapi kejuaraan di tingkat regional maupun nasional di masa mendatang.
Kabupaten Gorontalo terus menunjukkan komitmennya sebagai salah satu basis pengembangan atlet bela diri yang potensial, dan kolaborasi antar lima perguruan ini menjadi bukti nyata soliditas insan karate di Bumi Serambi Madinah. (DM)







