Pasang Iklan? Contac Person WA: 081341511701

Soal Oknum Staf Khusus Gubernur Diduga Lakukan Pelecehan Seks, GAN Sulut : YSK Jangan Lepas Tangan

BOHUSAMI.ID, MANADO – Aktivis menepis pernyataan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) yang menolak perbuatan pelecehan seks yang diduga dilakukan salah seorang oknum Staf Khusus Gubernur Yulius Selvanus, tak sedikitpun berhubungan dengan sang kepala daerah.

Posisi DD selaku staf khusus yang diduga melakukan perbuatan tak terpuji itu, menurut aktivis, adalah karena dia dipilih dan ditunjuk sendiri oleh Gubernur Yulius Selvanus.

“Perbuatannya memang dilakukan DD sebagai oknum, tapi bukan berarti gubernurnya lepas tangan. Sebagai pejabat publik seharusnya Pak Gubernur tidak demikian ,” tukas Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Garuda Astacita Nusantara (GAN) Sulut, Harianto, menanggapi bantahan Koordinator Staf Khusus Gubernur, Ferdinand Mewengkang, maupun Asisten 1 Setda, Denny Mangala.

Seperti dikutip dari sulut1news.com, Novi Mewengkang menyatakan, perkara tersebut merupakan urusan pribadi dan tidak memiliki hubungan apapun dengan Gubernur Sulut.

Menurut dia, seperti kutipan di media itu, status jabatan sebagai Staf Khusus hanya menjadi bentuk tugas yang diemban, namun setiap tindakan pribadi yang dilakukan tidak boleh disandarkan atau dikaitkan dengan pimpinan daerah.

Demikian halnya dengan Plh. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Denny Mangala, yang juga Asisten 1 Pemprov. “Itu tindakan pribadi dan sama sekali tidak berkaitan dengan institusi Pemerintahan maupun pimpinan daerah,”ucapnya seperti dikutip klik24.news.

Jejak digital DD hingga direkrut menjadi Staf Khusus Gubernur Yulius Selvanus, menjadi alasan Harianto menepis alasan Mewengkang dan Mangala itu.

Media yang marak menulis tentang peristiwa dugaan pelecehan seksual ini, tak merinci siapa pelakunya dan hanya mencantumkan inisial DD.

Namun bila merujuk pada daftar 36 orang Staf Khusus Gubernur Yulius Selvanus yang akrab disapa YSK itu, hanya ada satu orang yang namanya mirip dengan inisial DD.

Tentang DD, media online gosulut.com, menulis demikian (nama sudah disesuaikan dengan inisial yang beredar di pemberitaan) :

Tidak banyak informasi yang diperoleh tentang latar belakang sosok yang dipercaya Gubernur Yulius sebagai staf khusus bidang Pertambagan dan Energi ini. Namun dari beberapa unggahan di media sosialnya menampilkan kedekatannya dengan Gubernur : sama-sama berasal dari Toraja, khususnya Toraja Utara.

Menurut sejumlah informasi bahwa DD merupakan salah seorang kepercayaan Gubernur Yulius. Pria kelahiran 29 Maret 1968 ini juga aktif di Partai Gerindra, baik di pusat, Tana Toraja, maupun di Sulut. Sejak awal, sebelum pencalonan YSK untuk Pilgub Sulut, DD juga telah aktif menyosialisasikan ‘jagoannya’ itu. Selain itu, DD juga sempat menjadi liasion officer pencalonan Dating Palembangan (kini Dirut PT Membangun Sulut Maju) sebagai bakal calon Bupati Toraja Utara.

Salah satu media pun menampilkan informasi bahwa DD lahir di Nunukan, Kalimantan Utara. Pernah menjadi legislator DPRD Provinsi Kalimantan Utara dari PDI-Perjuangan periode 2014-2019 yang dilantik pada 2016 untuk PAW terhadap salah satu legislator yang meninggal dunia.

“Dari jejak digital yang bisa diakses publik ini dapat diketahui seberapa besar dan dalamnya relasi antara DD dengan Gubernur Yulius Selvanus. Jadi, YSK jangan lepas tanganlah, karena DD bisa ada di Sulut, ada andil beliau,” papar Harianto.

Dalam penjelasannya ke media, Asisten Denny Mangala mengungkapkan, atas instruksi gubernur, oknum staf khusus yang diduga melakukan tindakan pelecehan tersebut sudah diberhentikan.

Seperti diketahui seorang oknum Staf Khusus Gubernur Sulut diduga melakukan tindakan pelecehan seksual dengan memegang bagian tubuh seorang perempuan berusia 21 tahun. Peristiwa ini terjadi di sebuah rumah makan di kawasan Sario, Kota Manado.

Merasa dilecehkan, korban bereaksi dengan menyiramkan air ke kepala terduga pelaku. Korban kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polresta Manado.(dki)

Share:   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *