Pasang Iklan? Contac Person WA: 081341511701

Hadiri Workshop Zero Waste Lifestyle, Caroll-Sendy Dukung Implementasi ASUS Tahap II

BOHUSAMI.ID, TOMOHON  – Wali Kota Tomohon Caroll J. A. Senduk bersama Wakil Wali Kota  Sendy G. A. Rumajar menghadiri Workshop Zero Waste Lifestyle for Tomohon City yang dilaksanakan di Command Center Pemerintah Kota Tomohon. Selasa (24/02/2026)

Workshop ini menghadirkan narasumber dari UN-Habitat, yakni Urban Development Expert Mr. Sovanarith Sieng dan Local Project Officer Indonesia Ibu Mula Pralampita Nursetianti.

Dalam sambutannya, Wali Kota menjelaskan bahwa proyek Accelerating the Implementation of the ASEAN Sustainable Urbanisation Strategy Phase II (ASUS Tahap II) merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang dibangun berdasarkan prinsip Strategi Urbanisasi Berkelanjutan ASEAN.

“Inisiatif ini dirancang untuk mendukung implementasi langsung dari ASEAN Sustainable Urbanisation Strategy, khususnya di kota-kota sekunder dan menengah seperti Kota Tomohon. Proyek ASUS merupakan tindak lanjut dari Master Plan on ASEAN Connectivity 2025 yang diluncurkan sejak 2018 untuk menjawab tantangan nyata urbanisasi di kawasan Asia Tenggara,” ujar Wali Kota.

Ia menegaskan bahwa tantangan urbanisasi saat ini semakin kompleks, mulai dari pertumbuhan populasi, perubahan iklim, hingga tekanan terhadap sumber daya alam. Dalam konteks tersebut, pengelolaan sampah, sanitasi, dan air bersih menjadi isu strategis yang mendesak bagi Kota Tomohon.

“Apabila tidak ditangani secara sistematis dan berkelanjutan, persoalan ini dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan hidup, dan ketahanan kota secara keseluruhan,” tegasnya.

Wali Kota juga menyampaikan bahwa Kota Tomohon, sebagai salah satu kota yang terpilih dalam program ASUS, telah mengikuti ASEAN Sustainable Urbanisation Forum (ASUF) di Kuala Lumpur pada Agustus 2025 dan menetapkan fokus utama pada pengelolaan sampah guna mendukung program nasional Indonesia Bebas Sampah 2029.

Dalam ASUS Tahap II, Kota Tomohon akan berpartisipasi dalam penyusunan City Technical Proposal melalui validasi City Diagnostic Report serta proses kolaboratif bersama para pemangku kepentingan untuk merumuskan visi dan arah kebijakan pengelolaan sampah.

Saat ini, pengelolaan sampah Kota Tomohon masih terpusat di TPA Regional Tara-Tara seluas 5,3 hektare. Meskipun dirancang sebagai sanitary landfill, praktik di lapangan masih berupa open dumping, sementara instalasi pengolahan lindi belum berfungsi optimal.

Data menunjukkan timbunan sampah mencapai ±51,6 ton per hari, dengan komposisi sekitar 70 persen merupakan sampah organik yang belum terkelola maksimal. Pemerintah Kota Tomohon terus mendorong berbagai program, seperti PPSOT, perluasan integrated farming di Kelurahan Kakaskasen, serta community composting sebagai proyek percontohan di Kelurahan Tara-Tara Raya, yang diharapkan dapat diperluas ke seluruh kelurahan.

Wali Kota juga menguraikan sejumlah tantangan utama, antara lain kurangnya koordinasi lintas sektor, belum terintegrasinya perangkat daerah dan komunitas secara sistematis, kebutuhan formulasi kebijakan formal yang lebih kuat, belum terpadu dan validnya data persampahan, belum terhubungnya inovasi masyarakat dengan sistem formal, serta keterbatasan anggaran.

“Melalui workshop ini, saya berharap lahir rekomendasi konkret untuk proyek ASUS yang dapat segera diimplementasikan guna meningkatkan pengelolaan sampah di Kota Tomohon. Mari kita bekerja sama menciptakan Tomohon yang bersih, hijau, dan sehat melalui program pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” tutupnya.

Workshop ini diikuti oleh Ketua DPRD Kota Tomohon Ferdinand Mono Turang, Ketua TP-PKK Kota Tomohon drg. Jeand’arc Senduk-Karundeng, jajaran Pemerintah Kota Tomohon, akademisi, peneliti, pemerhati lingkungan, praktisi pengolahan sampah, serta perwakilan organisasi non-pemerintah (NGO).(dki)

Share:   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *