BOHUSAMI ID, LIMBOTO — Bupati Gorontalo Hi. Sofyan Puhi memperoleh anugerah gelar adat Pulanga berupa Tauwa Lo Lahuwa dari Dewan Adat dan Lembaga Adat Gorontalo. Gelar itu bermakna pemimpin negeri yang memiliki kewibawaan, arif, dan bertindak tegas.
Pemberian gelar tersebut merupakan hasil kesepakatan musyawarah adat yang digelar para tokoh adat di Banthayo Poboide Limboto pada Jumat (9/10/2026). Anugerah diberikan karena Sofyan Puhi dinilai telah mempersembahkan karya dan pengabdiannya dalam membangun Gorontalo.
Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat, Sabtu (17/10/2026). Hi. Sofyan Puhi bersama istri, Ny. Maryam Sofyan Puhi, berangkat dari rumah adat Banthayo Poboide menuju Yiladia di rumah jabatan Bupati Gorontalo dengan menaiki bendi atau delman, didampingi para petinggi adat Lo Limutu.
Di rumah jabatan telah menanti sejumlah petinggi daerah, antara lain Gubernur Gorontalo Hi. Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Gorontalo Hj. Idah Syahidah, segenap kepala daerah, serta para mantan kepala daerah. Turut hadir para pemegang gelar adat lainnya, yakni Hi. Idris Rahim dan Hi. Marten Taha, serta anggota DPD RI dari wilayah Gorontalo.
Daerah yang menganut falsafah “adat bersendikan sara’, sara’ bersendikan kitabullah” ini memiliki empat gelar adat, yaitu Tauwa Lo Hunggiya, Tauwa Lo Lahuwa, Tauwa Lo Madala, dan Tauwa Lo Data. Masyarakat adat Gorontalo terikat dalam persaudaraan U Duluwo Limo Lo Pohalaa.
Prosesi berlangsung hikmad, diwarnai lantunan sair-sair dalam bahasa Gorontalo yang sarat makna, petuah adat, dan wejangan mendalam.
Nuansa lokasi pelaksanaan kegiatan adat ini tampak semarak dengan berjejer papan ucapan selamat dari berbagai pihak, sementara di sisi kiri jalan dihiasi janur kuning yang ditata melengkung rapi—hiasan yang biasa hadir dalam setiap pelaksanaan adat Gorontalo. (DM)







