Pasang Iklan? Contac Person WA: 081341511701

Disebut-sebut jadi Kandidat Wakil Jaksa Agung, Santrawan Diundang Khusus Hashim

BOHUSAMI.ID, MANADO  – Akademisi sekaligus pakar hukum pidana, Dr. Santrawan Totone Paparang, mengakui dirinya telah memenuhi undangan Hashim Djojohadikusumo di kediamannya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pertemuan tersebut berlangsung, Jumat (26/6/2026), namun, Santrawan memilih tidak mengungkap isi pertemuan itu. Dikutip Pilarmanado.com, Santrawan hanya memberikan jawaban singkat. “Saya no comment,” ujarnya. Padahal, advokat kondang ini santer disebut sebagai kandidat kuat Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia.

Meski enggan menjelaskan substansi pembicaraan, Santrawan mengakui dirinya memang dihubungi dan diminta datang ke kediaman Hashim.

“Memang benar, saya dihubungi dan diundang Pak Hashim. Saya diminta beliau ke rumahnya. Soal hasilnya seperti apa, kita berdoa saja, karena waktu Tuhan pasti yang terbaik,” katanya, Jumat (26/6/2026) malam, melalui telpon selularnya.

Ia menegaskan, pembicaraan tersebut belum mencapai tahap final sehingga belum layak dipublikasikan. Selain itu, menurutnya, hasil pertemuan bukan menjadi kewenangannya untuk disampaikan ke publik.

Masuk Bursa Wakil Jaksa Agung

Di tengah sikap tertutup Santrawan, beredar berbagai spekulasi mengenai tujuan pertemuan tersebut. Salah satu sumber yang mengaku mengetahui perkembangan itu menyebut nama Santrawan masuk dalam pembahasan terkait pengisian jabatan strategis di pemerintahan.

Sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, Santrawan disebut-sebut masuk dalam bursa calon Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia.

“Di kalangan tertentu, informasi ini memang sudah ramai diperbincangkan. Namun, benar atau tidaknya tentu sepenuhnya menjadi kewenangan pihak yang memiliki hak untuk mengangkat,” ujar sumber ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Hashim Djojohadikusumo maupun pihak pemerintah terkait tujuan pertemuan maupun informasi mengenai kemungkinan penugasan Santrawan pada jabatan tertentu.

Dengan demikian, seluruh informasi mengenai peluang Santrawan mengisi posisi di kabinet maupun jabatan Wakil Jaksa Agung, masih sebatas informasi yang belum memperoleh konfirmasi resmi.(dki)

Share:   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *