Pasang Iklan? Contac Person WA: 081341511701

Sekda Sugondo: Inflasi Dominan Dipicu Kosmetik, Stok Beras Justru Surplus

BOHUSAMI ID, LIMBOTO – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, mengungkapkan fakta mengejutkan terkait dinamika ekonomi di wilayahnya. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), pemicu inflasi di Kabupaten Gorontalo saat ini bukan berasal dari komoditas pokok pangan seperti beras, melainkan dari kategori kebutuhan rumah tangga tertentu, khususnya produk kosmetik.

​Hal tersebut disampaikan Sugondo saat menjadi pembicara dalam acara dialog publik bertajuk “Desa Kuat, Pangan Berdaulat” yang digelar di halaman Kantor Kesbangpol Kabupaten Gorontalo, Jumat malam (13/2/2026).

Dalam pemaparannya, Sugondo menegaskan bahwa secara sektoral, ketahanan pangan di Kabupaten Gorontalo berada pada posisi yang sangat aman. Ia menyebutkan bahwa daerah ini tidak mengalami kekurangan stok pangan pokok.

​“Kalau dihitung dari sisi produksi dan kebutuhan, Kabupaten Gorontalo justru surplus beras. Namun, rilis BPS menunjukkan inflasi justru lebih dominan terjadi pada kebutuhan rumah tangga tertentu seperti kosmetik, bukan pada beras,” ujar Sugondo di hadapan peserta dialog.

​Fenomena ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat terhadap produk gaya hidup dan perawatan diri memberikan tekanan yang lebih besar terhadap indeks harga konsumen dibandingkan harga pangan dasar.

Meskipun stok beras melimpah, Sugondo menyadari bahwa tantangan ke depan adalah memastikan distribusi hasil produksi tersebut berjalan efisien agar harga di tingkat lokal tetap stabil dan memberikan kesejahteraan bagi petani.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo berencana melakukan langkah-langka pakh konkret, di antaranya:

  • Evaluasi Pola Distribusi: Memastikan rantai pasok dari petani ke pasar lokal tidak terhambat oleh spekulan atau kendala logistik.
  • Penguatan Regulasi: Menyusun aturan yang mampu memproteksi harga gabah/beras di tingkat petani sekaligus menjaga keterjangkauan bagi konsumen.
  • Dialog Lintas Sektor: Melibatkan pemerintah desa dan pemangku kepentingan untuk memperkuat kedaulatan pangan berbasis komunitas.

“Dengan dialog ini dan komitmen kita bersama, akan dilihat langkah-langkah apa yang perlu dilakukan agar ketahanan pangan tetap terjaga,” pungkas Sugondo. (DM)

Share:   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *