Pasang Iklan? Contac Person WA: 081341511701

Hari Pendidikan: Urgensi Pendidikan Agama

Oleh: Rinto Nurkamiden Napu,S.Pd, MH

BOHUSAMI.ID, GORONTALO – Ki Hadjar Dewantara, mengingatkan bahwa “pendidikan” merupakan sesuatu yang lebih luas dan esensial dari pada pengajaran. Pendidikan bermaksud “menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi- setingginya”.

Pendidikan merupakan benteng dan Pondasi dari sebuah Bangsa dan Negara, mengapa demikian? karena Kalau pendidikan hancur atau tidak berjalan lagi semestinya yang jelas akan berdampak pada generasi penerus bangsa, sehingga nya anak anak bangsa terjerumus pada hal hal yang tidak bermanfaat terhadap kehidupan dan masa depannya. Kalau generasi masa depan hancur maka akan berpotensi pada hancur nya Negara dan Bangsa.

Singkat kata, pendidikan adalah proses belajar menjadi manusia seutuhnya dengan mempelajari dan mengembangkan kehidupan sepanjang hidup, sekaligus membentuk akhlak dan moral kepribadiannya.

Pendidikan dalam kehidupan sangat Urgen, dan bicara pendidikan tidak lepas dari perannya Guru. Guru adalah profesi yang sangat mulia, Mengapa dikatakan mulia? Karena proses memanusiakan manusia.

Bicara pendidikan tidak lepas dari peran Oemar Bakrie dimana Oemar Bakrie merupakan seniman pendidikan, pelukis pikiran orang orang muda yang akan menjadi sebagai generasi penerus bangsa.

Urgensi Pendidikan Agama

Melihat kondisi sekarang ini, dengan semakin berkembangnya zaman sangat urgensial pendidikan Agama di kedepankan sebagai benteng dan pondasi anak bangsa ,para cendekiawan, akademisi dan pengambil kebijakan harus tampil untuk mengambil keputusan dan kebijakan yang tepat dalam soal soal pendidikan Agama terhadap generasi penerus Bangsa di zaman modern ini.

Pendidikan hari ini tidak lagi mampu menjawab persoalan persoalan yang terjadi di masyarakat, tawuran, perundungan (Bullying baik Fisik maupun Psiki) narkoba dan.minuman keras.

Hilangnya Esensial dalam pendidikan Agama mengakibatkan kelemahan kelemahan yang menggerogoti kesadaran mental generasi anak bangsa sehingga memungkinkan bagi pendidikan menciptakan ruang gerak bagi suatu sistem yang secara analitis mempertanyakan tentang berbagai isu yang terjadi didunia pendidikan tentang gejala sosial dan kekerasan dalam dunia pendidikan.

Pendidikan tidak Lagi mampu memberikan solusi atas problem yang dihadapi masyarakat, dalam hal ini, pendidikan kurang melakukan transformasi dalam masyarakat atau juga tidak melalui revolusi. Dalam Konteks ini pendidikan sekedar menciptakan kondisi berjalan sesuai sistem.

Pada dasarnya Pendidikan Agama merupakan satu perangkat penting yang dapat melegitimasi bahkan melanggengkan struktur sosial dan Dapat menjadi pisau untuk melakukan perubahan sosial dan perubahan karakter anak bangsa, Apabila kita menengok dan melihat kondisi saat yang terjadi dalam dunia pendidikan.

Pendidikan Secara umum kehilangan fungsi sejati untuk melakukan humanisasi sebagai instrumen sosialisasi untuk membentengi umat dan membebaskan manusia dari keterkungkungan.

Sehingganya daya semangat pengambil kebijakan yang harus dibakar kembali untuk mengedepankan Pendidikan agama dalam dunia pendidikan

Pendidikan Adalah proses memanusiakan manusia yang tujuan nya sesuai amanat UUD 45 mencerdaskan kehidupan anak anak bangsa, Sehingga nya Pendidikan adalah satu cerminan dari Kehidupan yang menjadikan dan mengubah kehidupan menjadi lebih baik. (***)

Share:   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *