Hi. Samsurijal Mokoagow (peci putih) bersama sahabat-sahabatnya di Rumah Kopi Tikala
BOHUSAMI.ID, MANADO – Momen Idul Fitri menjadi saat terbaik menjalin silaturahmi, baik dengan keluarga maupun sejawat. Tempat atau lokasi bukan jadi ukuran, demikian juga dengan hal-hal seremoni lainnya.
Demikian yang dilakukan AKBP Purn. Drs. Hi. Samsurijal Mokoagow, SH, MH. Pulang kampung saat berlebaran, juga dimanfaatkan untuk bersilaturahmi dengan sejawatnya di Manado.
Lokasi yang dipilih adalah Rumah Kopi Tikala, rumah kopi legendaris di Manado yang telah ada sejak 1938.

Diisi dengan pembicaraan santai, walau juga adakalanya diselengi bahasan serius tentang perkembangan nasional dan daerah, pertemuan tanpa sekat balutan kostum ini berlangsung penuh keakraban.
Selain itu, latar belakang kepercayaan yang dianut, tak membatasi obrolan hangat mereka. Tentang nostalgia semasa sekolah, hingga topik-topik update nasional dan geopolitik internasional, dibahas dengan gaya santai.
Ada pensiunan birokrat, politisi, aparat hingga beberapa pelaku usaha dan juga akademisi duduk berbaur ditemani kopi khas Rumah Kopi Tikala yang melegenda itu. Tampak di antaranya akademisi Mahyudin Damis.
“Kebetulan, teman-teman saya berasal dari berbagai latar belakang yang hubungannya tetap terjalin erat dan akrab, meski sekarang torang sudah terpisah jarak serta kesibukan masing-masing,” tutur Hi. Sam, panggilan akrab Samsurijal.
Tokoh Gerindra yang masih keturunan langsung Raja Bolaang Mongondow, Loloda Mokoagow dan sekarang dipercayakan sebagai Ketua Harian DPD Pordasi Berkuda Menembak DKI Jakarta itu mengungkapkan, pertemuan seperti ini selalu dilakukan setiap ada kesempatan pulang kampung.
“Kebetulan ini masih dalam suasana Idul Fitri, torang bersilaturahmi, saling memaafkan. Sederhana namun sangat bermakna,” tutur perwira Polri yang banyak menghabiskan pengabdiannya di luar daerah ini.(dki)







