BOHUSAMI.ID, LIMBOTO — Sebanyak 282 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Gorontalo menerima bantuan pengembangan usaha dari Pemerintah Provinsi Gorontalo, Selasa (1/9/2026).
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Bupati Gorontalo Sofyan Puhi di Kantor Lurah Kayubulan, Kecamatan Limboto. Program tersebut merupakan bagian dari aspirasi anggota DPRD Provinsi Gorontalo untuk memperkuat usaha masyarakat.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan bantuan tersebut diharapkan menjadi tambahan modal bagi pelaku usaha agar dapat mengembangkan usahanya secara bertahap.
“Bantuan ini untuk memperkuat usaha masyarakat. Meskipun nilainya terbatas, mudah-mudahan dapat dimanfaatkan dan dikembangkan untuk kemajuan usaha,” kata Gusnar.
Menurutnya, program tersebut lahir dari proses pembahasan antara pemerintah daerah dan DPRD Provinsi Gorontalo untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
Untuk di ketahui, Di Kabupaten Gorontalo, penyaluran bantuan dilakukan di dua lokasi. Sebanyak 115 pelaku UMKM menerima bantuan di Kecamatan Telaga Biru pada Senin (31/8/2026), sementara 282 penerima lainnya mendapat bantuan di Kelurahan Kayubulan.
Dengan demikian, total penerima manfaat di Kabupaten Gorontalo mencapai 397 pelaku UMKM, dengan nilai bantuan keseluruhan sekitar Rp992,5 juta.
Bantuan diberikan sesuai karakteristik usaha penerima, antara lain untuk kelompok pembuat kue, warung makan, usaha gorengan, serta kios atau sembako. Komoditas yang disalurkan meliputi beras, minyak goreng, gula, tepung terigu, tepung beras, susu kental manis, margarin hingga mi instan.
Sementara itu, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menegaskan bantuan tersebut harus digunakan sebagai penguatan modal usaha, bukan untuk kebutuhan konsumtif.
“Bantuan ini diarahkan sebagai modal usaha. Harapannya dapat digunakan semaksimal mungkin untuk mengembangkan modal jualan bapak dan ibu,” ujar Sofyan.
Sofyan mengatakan Pemerintah Kabupaten Gorontalo juga terus memperkuat ekosistem UMKM melalui dukungan permodalan, pendampingan teknis dan perluasan akses pasar.
Tahun ini, Pemkab Gorontalo mengalokasikan sekitar Rp16 miliar untuk program penguatan dan pengembangan UMKM.
Disisi lain ada juga dukungan permodalan antara lain dilakukan melalui program Perempuan Hebat bekerja sama dengan Bank SulutGo dan TP PKK Kabupaten Gorontalo. Program tersebut memberikan akses pembiayaan usaha hingga di bawah Rp10 juta tanpa agunan dengan bunga sekitar 3 persen per tahun.
Sementara untuk peningkatan kualitas produk, pelaku UMKM dapat memanfaatkan layanan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Telaga, termasuk pendampingan produksi, kemasan dan pemasaran.
Pemkab Gorontalo juga mengembangkan UMKM Center atau Pusat Oleh-Oleh Gorontalo di Telaga sebagai ruang pemasaran produk lokal.
“Dengan kolaborasi ini, kita berharap pelaku UMKM semakin mandiri, berkembang dan naik kelas, sekaligus ikut menggerakkan perekonomian daerah,” kata Sofyan.
Penyaluran bantuan di Kabupaten Gorontalo tersebut merupakan aspirasi sejumlah anggota DPRD Provinsi Gorontalo, yakni Paris A.Y. Jusuf, Muhammad Abdul Ghalib Lahidjun, Fadli Hasan, Manaf Hamzah, Ramdan liputo , Siti Nurain Sompie, Fadli Poha, dan Umar Karim. (DM)







