BOHUSAMI.ID, LIMBOTO, — Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama Bank SulutGo (BSG) Cabang Limboto memperkuat sinergi kelembagaan melalui kegiatan keagamaan NAVIGASI IMAN yang digelar di Masjid Baiturrahman Limboto, Jumat (4/9/2026).
Mengusung tema “Mewujudkan Birokrasi Ber-AKHLAK dan Berintegritas melalui Kemitraan Strategis antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama Bank SulutGo,” kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus membangun hubungan kemitraan yang semakin solid antara pemerintah daerah dan sektor perbankan.
NAVIGASI IMAN tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan. Momentum ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang menempatkan integritas, profesionalitas, kebersamaan, dan nilai moral sebagai fondasi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran aparatur Pemerintah Kabupaten Gorontalo, karyawan dan karyawati Bank SulutGo, serta sejumlah tamu undangan. Tausiyah disampaikan Ustadz Ruslan Demanto, M.Th.I.
Branch Manager Bank SulutGo Cabang Limboto, Ilvana Stevani, ST., M.Si., melalui Deputy Branch Manager Rocky Sasia, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan panitia yang telah memberikan ruang bagi Bank SulutGo untuk berkolaborasi dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan perbankan tidak hanya penting dalam mendukung aktivitas pembangunan, tetapi juga perlu dibangun melalui hubungan kelembagaan yang dilandasi kebersamaan dan nilai-nilai positif.
“Semoga sinergi ini semakin memperkuat ukhuwah, menumbuhkan nilai-nilai religius, dan membawa keberkahan bagi kita semua. Mari kita jadikan kegiatan NAVIGASI IMAN sebagai momentum untuk memperkokoh keimanan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Bank SulutGo akan terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo serta memberikan dukungan terhadap berbagai upaya pembangunan daerah sesuai dengan peran dan kapasitasnya sebagai mitra pemerintah.
Kemitraan tersebut, kata dia, diharapkan tidak hanya memberikan dampak pada aspek pembangunan dan pelayanan masyarakat, tetapi juga ikut mendorong terbentuknya sumber daya aparatur yang memiliki integritas, profesionalitas, dan karakter yang berlandaskan nilai moral serta keagamaan.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Ruslan Demanto menyampaikan pentingnya menjadikan ibadah sebagai landasan dalam membangun akhlak, keharmonisan, dan kehidupan sosial.
Dengan gaya penyampaian yang lugas dan diselingi humor khasnya, ia mengajak jamaah untuk membangun keharmonisan mulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, hubungan yang baik dapat tumbuh dari hal-hal sederhana, seperti perhatian, komunikasi, saling menghargai, dan kesediaan memahami satu sama lain.
Pesan tersebut, lanjutnya, juga memiliki relevansi kuat dalam kehidupan bermasyarakat maupun lingkungan kerja. Hubungan yang harmonis dengan keluarga, rekan kerja, maupun masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan produktif.
“Kualitas ibadah seseorang sejatinya tercermin dari perilakunya sehari-hari. Semakin baik ibadahnya, hendaknya semakin baik pula akhlak dan perilakunya kepada sesama,” tutur Ustadz Ruslan.
Ia mengingatkan agar ibadah tidak berhenti pada aspek lahiriah atau sekadar menjadi “casing”. Nilai yang terkandung dalam shalat, zikir, dan berbagai bentuk ibadah harus mampu meresap ke dalam hati dan diwujudkan melalui perilaku sehari-hari.
Kerendahan hati, kejujuran, kepedulian, serta kemampuan menjaga hubungan baik dengan sesama, menurutnya, merupakan bagian dari buah ibadah yang semestinya tumbuh dalam diri setiap muslim.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan dalam konteks birokrasi. Sebab, integritas tidak hanya berbicara mengenai kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga tentang bagaimana nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui NAVIGASI IMAN, Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan Bank SulutGo Cabang Limboto berharap nilai-nilai religius dan integritas dapat terus diperkuat. Dengan demikian, kemitraan yang terbangun tidak hanya berorientasi pada dukungan terhadap pembangunan daerah, tetapi juga berkontribusi dalam membangun budaya kerja yang ber-AKHLAK, profesional, harmonis, dan berintegritas. (DM)







