BOHUSAMI.ID,TOMOHON – Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon segera membentuk Satuan Gugus Tugas (Satgas) sebagai langkah antisipasi dan solusi atas keluhan warga menyangkut kelangkaan dan lonjakan harga gas elpiji 3 kilogram yang telah menimbulkan keresahan.
Masyarakat mengekuhkan harga yang naik di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) menjadi kekuhan utama, akibat warung-warung yang bertindak sepihak dengan menetapkan harga hingga mencapai Rp 30 ribu per tabung.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali (Wawali) Kota Tomohon Sendy Rumajar menegaskan, Pemkot Tomohon segera membentuk Satgas yang melibatkan stakehoder terkait melakukan pengawasan distribusi gas 3 kg di wilayah Kota Tomohon.
“Karena dari laporan yang saya terima, stok gas tersedia tapi cepat habis,”kata Sendy Rumajar, Rabu (1/4/2026).
Lanjut Wawali Sendy, dengan dibentuknya Tim Satgas diharapkan distribusi elpiji 3 kilogram dapat tepat sasaran dan mencegah penyalahgunaan.
“Satgas ini akan melakukan pemantauan ketat terhadap setiap pangkalan gas elpiji, dan tindakan tegas akan diambil terhadap pelanggar HET. Setiap pangkalan yang terbukti melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegasnya.(dki)







