Pasang Iklan? Contac Person WA: 081341511701

Diduga ‘Sakti’, Suami-Istri Ci Deby & Buang Kuras Solar Subsidi di SPBU Pineleng

BOHUSAMI.ID, ​MANADO – Suami istri, dengan nama panggilan Buang dan Ci Deby, jadi sorotan setelah diduga kuat menjadi ‘raja dan ratu’ mafia solar subsidi dan menguasai Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU) di Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Keduanya disebut-sebut menjalankan praktik
“heliped” yakni pengisian berulang dengan menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi dan sudah berlangsung lama serta terang-terangan di depan mata. Pasangan ini seolah memiliki “jimat sakti” yang membuat mereka tak tersentuh oleh aparat penegak hukum.

​​Informasi yang beredar menyebutkan bahwa jaringan ini mengerahkan armada modifikasi itu untuk menguras stok solar subsidi setiap harinya.

Akibatnya, para sopir truk logistik, petani, dan warga kecil seringkali hanya mendapat “ampas” atau tulisan “SOLAR HABIS” di papan SPBU.

​”Kami antre berjam-jam tidak dapat, tapi kendaraan tertentu bolak-balik isi solar dibiarkan saja. Apa mereka punya jalur khusus atau hukum memang bisa dibeli,” ketus seorang warga dengan nada geram, dikutip brignas-ri.

Warga yang resah kemudian menuangkan kekesalannya ke media sosial dan ​ramai-ramai menandai (tagging) akun resmi Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, dan Kapolda Sulut agar segera turun tangan.

Masyarakat menuntut agar tidak hanya operator SPBU yang disikat, tapi juga “aktor intelektual” di balik layar.

Warga merujuk dugaan tersebut sebagai pelanggaran berat atas Pasal 55 UU Migas dengan ancaman penjara 6 Tahun dan denda Rp 60 Miliar.

Selain ke Aparat, warga juga mendesak Pertamina untuk segera mengaudit rekaman CCTV dan data transaksi MyPertamina di SPBU Pineleng.

Warga meminta SPBU yang menjadi “sarang” mafia ini segera dicabut izinnya atau distop pasokannya sebagai efek jera.
​”Jangan tunggu rakyat yang bertindak. Jika polisi diam, maka jangan salahkan jika masyarakat yang melakukan pengadilan jalanan karena hak mereka dirampas!” tulis salah satu komentar di grup media sosial lokal yang mulai viral, dikutip dari media tersebut.

Dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp nomor +62 8529803**** pada Senin (11/5/2026) malam, dan ditunggu hingga Selasa (12/5/2026) pagi, Buang tidak merespon pertanyaan yang diajukan menyangkut dugaan yang ditudingkan warga itu telah centang dua. Demikian pula, beberapa kali ditelepon, tidak diangkat meski statusnya berdering.

​Hingga berita ini dipublikasi, warga masih menunggu, beranikah aparat menyentuh Ci Deby dan Buang, ataukah mereka memang benar-benar “sakti” seperti kabar yang beredar.(dki)

Share:   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *