Pasang Iklan? Contac Person WA: 081341511701

Buang Tepis Tudingan Kuras Solar Subsidi di SPBU Pineleng

BOHUSAMI.ID, ​MANADO – Tudingan segelintir orang yang menyebut dirinya beserta istri melakukan praktik terlarang dengan menguasai solar subsidi di SPBU, ditepis Buang dan Ci Deby.

Menghubungi Redaksi lewat telepon, Selasa (12/5/2026) siang, Buang yang mengaku sedang berada di Gorontalo, membantah semua tudingan tersebut.

“Untuk datang ke Gorontalo kemarin, saya juga antre solar selama dua hari bersama sejumlah kendaraan lain,” tegas Buang sambil menyebut mobil yang digunakannya adalah Toyoto Hi-Lux diesel.

Menurutnya, kendaraan miliknya yang lain, ketika mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU), selalu menggunakan barcode Pertamina di mana jumlah maksimum yang diperkenankan hanya 200 liter per harinya.

“Tapi, hampir tidak ada yang bisa dapat 200 liter. Biasanya hanya dibatasi maksimal 100 liter saja,” tambahnya.

Dengan penggunaan barcode itu, kata Buang, SPBU secara otomatis akan langsung melarang/menolak bila ada kendaraan yang mengisi BBM di luar ketentuan.

Dikatakan Buang, bila panjangnya antrean kendaraan truk, bus ataupun mobil pribadi yang mengantre solar dijadikan indikasi dengan menuduh dia dan istrinya telah menguasai SPBU tertentu, hal ini tidaklah relevan.

“Ketika dexlite belum naik, solar kurang dilirik, karena harganya masih murah. Sekarang, (dengan naiknya dexlite), banyak yang beralih ke solar yang jauh lebih murah, termasuk mobil-mobil pribadi. Makanya jadi panjang antreannya,” paparnya.

Panjangnya antrean kendaraan yang hendak mengisi solar ini, papar Buang, terjadi di semua SPBU, di Sulawesi Utara. “Saya lihat di Gorontalo juga begitu,” tukasnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Buang dan istrinya Ci Deby diduga kuat menjadi ‘raja dan ratu’ mafia solar subsidi dan menguasai Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU) di Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Keduanya disebut-sebut menjalankan praktik
“heliped” yakni pengisian berulang dengan menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi dan sudah berlangsung lama serta terang-terangan di depan mata. Pasangan ini seolah memiliki “jimat sakti” yang membuat mereka tak tersentuh oleh aparat penegak hukum.

​​Informasi yang beredar menyebutkan bahwa jaringan ini mengerahkan armada modifikasi itu untuk menguras stok solar subsidi setiap harinya.(dki)

Share:   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *