BOHUSAMI.ID, TOMOHON – Mengenakan jubah Kabasaran khas Minahasa, Kapolres Tomohon, AKBP Novrial Alberti Kombo yang memimpin devile sebagai pembuka Tournament of Flowers (ToF) pada gelaran Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026, tampil memukau.
Jubah itu membalut seragam polisi lengkap yang dikenakan AKBP Kombo, namun bukan senjata modern di genggamannya, tapi peralatan perang khas suku Minahasa.
Sambil memekikkan “I Yayat U Santi” sebuah komando para pemimpin perang Minahasa, AKBP Kombo yang diiringi pasukan Kabasaran, dengan gagah perkasa meliuk-liuk memperagakan “perang” ala Pasukan Waraney.
Sementara, sang istri AKP
Imelda, berdiri gagah di atas jeep dengan kostum perempuan Minahasa, lengkap dengan atribut Wulan, pasangan dari Waraney.
Pelaksanaan Tournament of Flower (TOF) 2026 dalam rangkaian Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 berlangsung meriah, tertib dan aman di Kota Tomohon, Sabtu (8/8/2026).
Penampilan tersebut menjadi simbol kuat perpaduan antara pelestarian budaya Minahasa, keramahan masyarakat Tomohon, serta semangat kebersamaan dalam menyukseskan TIFF 2026.
Dengan mengenakan pakaian adat itu, penampilan alumni Akpol 2007 tersebut bersama Ketua Bhayangkari Cabang Tomohon yang juga Akpol 2017, memberi warna tersendiri dalam parade yang dihadiri ribuan masyarakat serta tamu undangan dari dalam dan luar negeri.
Kabasaran tidak hanya menjadi simbol budaya Minahasa, tetapi juga merepresentasikan keberanian, kehormatan dan semangat menjaga daerah. Nilai tersebut sejalan dengan semangat Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menjaga seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib.
Sebelum parade dimulai, Kapolres Tomohon menyampaikan laporan Komandan Parade kepada pimpinan kegiatan. Rangkaian acara dibuka dengan doa oleh Ketua Sinode GMIM Pdt. Adolf Wenas, sambutan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, sambutan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI Irene Umar.
ToF 2026 turut dimeriahkan berbagai kendaraan hias, marching band, peserta flower carnival, perwakilan pemerintah daerah, lembaga negara, perusahaan, serta peserta dari sejumlah negara.
Sejumlah perwakilan negara yang hadir antara lain Bosnia dan Herzegovina, Kuba, Ethiopia, Kazakhstan, Polandia, Korea Selatan, Seychelles, Ukraina, Belanda dan Filipina.(dki)







