Pasang Iklan? Contac Person WA: 081341511701

Meski Kasus Mulai Melandai, Bupati Sofyan Tetap Minta Tracking Malaria Dilakukan

BOHUSAMI.ID, KABGOR – Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus memperkuat upaya penanganan kasus wabah Malaria, meski grafik menunjukan hasil negatif di wilayahnya.

Hal itu terlihat dari kepemimpinannya kala menggelar rapat koordinasi secara virtual (Zoom meeting) kedua yang melibatkan seluruh camat, kepala puskesmas, hingga pemerintah desa, Jumat (02/10/2026).

​Rapat yang berlangsung dari Ruang Dulohupa tersebut berfokus pada evaluasi dan percepatan pelaksanaan pelacakan kontak (tracing) di tingkat bawah.

​Dalam keterangannya, Bupati Sofyan Puhi menyampaikan bahwa peningkatan jumlah tracing yang dilakukan oleh tim di lapangan mulai menunjukkan hasil positif, artinya orang yang teridentifikasi mulai negatif jumlahnya.

​”Hari ini kami menggelar Zoom yang kedua dengan seluruh camat, kepala puskesmas, dan pemerintah desa terkait pelaksanaan tracing. Alhamdulillah, tracing-nya makin diperbanyak jumlahnya dan hasilnya mulai melandai, bahkan di beberapa wilayah sudah ada yang nol,” ujar Sofyan.

​Meski grafik penularan atau kasus mulai menunjukkan penurunan, Bupati menegaskan agar seluruh jajaran tidak berpuas diri maupun mengendorkan pengawasan. Ia menginstruksikan agar jumlah pelacakan kontak terus ditambah untuk memastikan data di lapangan benar-benar akurat.

​”Tapi tracking-nya akan kita tambah terus. Jangan sampai kasusnya terlihat melandai hanya karena tracing-nya yang berhenti. Makin banyak tracing yang dilakukan, makin bagus agar semua dapat terbaca dengan jelas,” tegasnya.

​Pemerintah Kabupaten Gorontalo berkomitmen untuk terus mengawal penanganan ini secara intensif hingga tuntas. Evaluasi berkala pun telah dijadwalkan secara rutin.

​”Insyaallah tanggal 9 nanti kita akan menggelar pertemuan Zoom lagi untuk evaluasi selanjutnya sampai masalah ini benar-benar selesai,” pungkas Sofyan. (DM)

Share:   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *