Pasang Iklan? Contac Person WA: 081341511701

TomFest 2026 bawa UMKM Tomohon naik kelas, ketika produk lokal tampil di panggung TIFF

Wali Kota Caroll Senduk (lima dari kiri) didampingi Ketua Umum Panitia TIFF, Levita Supit dan Wakil Wali Kota Sendy Rumajar saat membuka Tomohon Festival (TomFest) 2026

BOHUSAMI.ID, TOMOHON – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon memperkuat dan mengembangkan Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM), mulai membuahkan hasil. Ajang Tomohon Festival (TomFest) 2026, yang untuk pertama kalinya digelar bersamaan dengan rangkaian Tomohon International Flower Festival (TIFF), jadi pembuktiannya.

TomFest bukan sekadar ajang berjualan, tetapi menjadi bagian dari upaya menghadirkan dampak ekonomi TIFF yang lebih luas bagi masyarakat Tomohon, khususnya para pelaku UMKM.

Gagasan ini menjadi salah satu misi Ketua Panitia TIFF 2026, Levita Supit, yang sejak awal menginginkan agar pelaksanaan TIFF tidak hanya menjadi festival berskala internasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

“TIFF harus memberikan dampak yang bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat Tomohon. Karena itu, kami ingin UMKM juga mendapatkan ruang bertumbuh, berkembang dan memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas,” ujar Levita.

TomFest yang berlangsung 7-12 Agustus 2026 ini dibuka langsung Wali Kota Caroll J.A. Senduk didampingi Wakil Wali Kota Sendy Rumajar bersama Ketua Panitia TIFF 2026 Levita Supit melalui prosesi pengguntingan pita.

Antusias
Ternyata, antusiasme pelaku UMKM sangat tinggi. Dari sekitar 60 pelaku usaha yang mendaftar, hanya 23 UMKM yang dapat ditampung karena keterbatasan jumlah tenda.

Sekitar 90 persen peserta bergerak di sektor kuliner, sementara kawasan TomFest juga diramaikan delapan mobil coffee.

Menariknya, peserta tidak sekadar diterima berdasarkan pendaftaran. Produk yang akan tampil, terlebih dahulu melalui proses kurasi, mulai dari jenis produk, cita rasa hingga kemasan.

Langkah ini menjadi bagian penting dari konsep “UMKM naik kelas”, sehingga pelaku usaha tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga mulai memperhatikan kualitas produk, tampilan, pelayanan dan kesiapan memasuki pasar yang lebih luas.

Konsep digitalisasi juga diterapkan dalam TomFest melalui penggunaan pembayaran non-tunai QRIS Mandiri. Dengan demikian, transaksi menjadi lebih praktis, aman dan mendorong pelaku UMKM semakin terbiasa dengan ekosistem ekonomi digital.

Setiap hari, kawasan festival dipadati ratusan pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan yang datang menikmati rangkaian TIFF 2026.

Dikemas dengan hiburan
Tidak hanya menawarkan kuliner dan produk kreatif, TomFest juga dikemas sebagai ruang hiburan dan interaksi masyarakat dengan berbagai kegiatan pendukung, di antaranya lomba merangkai bunga, talk show, lomba menyanyi tingkat SD dan fashion show.

Tingginya antusiasme pengunjung bahkan membuat sejumlah peserta UMKM berharap gelaran ini tidak berhenti setelah rangkaian TIFF berakhir. Mereka mempertanyakan kemungkinan agar kegiatan ini dapat diperpanjang.

Antusiasme tersebut menjadi sinyal kuat bahwa TomFest memiliki potensi berkembang menjadi event UMKM tahunan Kota Tomohon, sekaligus menjadi salah satu instrumen promosi produk lokal dan penggerak ekonomi masyarakat.

Bagi Levita Supit, keberhasilan sebuah festival bukan hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari seberapa besar manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.

TomFest 2026 akhirnya menjadi salah satu bukti bahwa ketika UMKM diberikan ruang, melalui proses kurasi, promosi dan dipertemukan langsung dengan pasar yang lebih luas, produk lokal mampu tampil percaya diri dan bersaing di panggung yang lebih besar.

TIFF mendunia, UMKM pun ikut tumbuh. TomFest menjadi salah satu langkah nyata membawa produk lokal Tomohon naik kelas. TOMFEST 2026 terselenggara atas dukungan Pemerintah Kota Tomohon dan Bank Mandiri. (dki)

Share:   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *