BOHUSAMI.ID, LIMBOTO – Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, menegaskan bahwa pembangunan aparatur sipil negara (ASN) yang profesional harus dimulai dari proses seleksi yang transparan, objektif, dan berbasis kompetensi melalui sistem Computer Assisted Test (CAT).
Hal itu disampaikan Sugondo saat menjadi narasumber pada kegiatan Uji Butir Soal Tes Kompetensi Kepegawaian Berbasis CAT yang digelar di Kantor UPT BKN Gorontalo, Kamis (9/7).
Kabupaten Gorontalo dipercaya menjadi lokus pelaksanaan kegiatan yang merupakan bagian dari pengembangan karier ASN tersebut.
Menurut Sugondo, di tengah tuntutan birokrasi yang semakin dinamis, ASN tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus berintegritas, profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Transformasi birokrasi dimulai dari proses rekrutmen yang berkualitas. Karena itu, kualitas butir soal menjadi sangat penting agar kompetensi peserta dapat diukur secara objektif, akurat, dan adil,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sistem CAT yang dikembangkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah menjadi standar nasional dalam pelaksanaan seleksi ASN yang transparan dan akuntabel. Namun, keberhasilan sistem tersebut sangat ditentukan oleh kualitas instrumen tes yang digunakan.
Karena itu, uji butir soal memiliki peran strategis untuk memastikan setiap soal memenuhi aspek validitas, reliabilitas, dan relevansi sehingga mampu menghasilkan ASN yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan organisasi.
“Pemerintah Kabupaten Gorontalo berkomitmen memperkuat penerapan merit system dalam manajemen ASN. Melalui seleksi yang berkualitas, kita ingin melahirkan aparatur yang kompeten, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan publik yang semakin baik,” tegas Sugondo.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan UPT BKN Gorontalo dalam meningkatkan kualitas tata kelola kepegawaian. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat reformasi birokrasi sekaligus mendukung pengembangan karier ASN berbasis kompetensi.
Kegiatan tersebut diikuti tim penyusun dan penguji butir soal BKN, jajaran BKPSDM, serta 180 peserta yang terlibat dalam penyusunan instrumen tes kompetensi kepegawaian berbasis CAT. (DM)







