BOHUSAMI.ID, LIMBOTO — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo menegaskan bahwa eksistensi masyarakat Jawa Tondano (Jaton) merupakan aset budaya berharga yang tidak hanya milik tingkat kabupaten, melainkan telah menjadi milik Provinsi Gorontalo.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri pembukaan Festival Seni dan Budaya Jawa Tondano yang turut dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Gorontalo Indah Syaida Rusli Habibie Rabu, (08/07/2026).
Sekda Sugondo menyatakan dukungan penuh terhadap program pengembangan eksistensi Jaton, Dominasi dan besarnya pengaruh budaya Jaton di Kabupaten Gorontalo sudah sepatutnya mendapat panggung yang lebih luas.
”Eksistensi Jawa Tondano yang dominan di Kabupaten Gorontalo bukan hanya milik Kabupaten Gorontalo, tetapi milik Provinsi Gorontalo. Ini akan menjadi bagian dari event dan kalau perlu dicatatkan sebagai Calendar of Event Provinsi Gorontalo di Dinas Pariwisata,” ujar Sugondo.
Pemerintah daerah dalam mengawal aspirasi masyarakat terkait pengusulan Kiai Mojo sebagai Pahlawan Nasional.
memastikan akan mengawal penuh seluruh proses support administrasi dan moral yang dibutuhkan.
“Langkah ini diambil karena rekam jejak sejarah dan kontribusi besar Kiai Mojo dinilai sudah sangat pantas dan luar biasa bagi perjalanan bangsa dan tanah air Indonesia,” ungkap Sekda.
Telah disepakati bahwa pada tahun 2028 mendatang, Kabupaten Gorontalo—khususnya Desa Yosonegoro—akan resmi ditunjuk menjadi tuan rumah Festival Jaton.
“Agenda besar ini langsung dicatat sebagai pekerjaan rumah (PR) penting bagi pemerintah daerah agar pelaksanaan festival di masa depan dapat berjalan lebih megah dan sukses,” tambahnya. (DM)







