BOHUSAMI.ID, LIMBOTO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam sektor kesehatan masyarakat dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor Penanggulangan Tuberculosis (TBC) yang dirangkaikan dengan penyusunan Rencana Aksi Daerah.
Rakor yang berlangsung selama dua hari tersebut resmi dibuka Bupati Gorontalo Sofyan Puhi yang berlangsung di Grand Bukit Proja Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat Jumat (12/06/2026).
Turut hadir, Sekretaris Daerah Sugondo Makmur, Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo Maryam Sofyan Puhi, Kadis Kesehatan Provisi Gorontalo, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Direktur Rumah Sakit, Camat, Kepala Puskesmas perwakilan Baznas, serta mitra strategis.
Dalam sambutannya, Bupati Sofyan Puhi menegaskan bahwa kasus TBC di Kabupaten Gorontalo masih membutuhkan perhatian ekstra dari seluruh elemen. Penyusunan Rencana Aksi ini diharapkan menjadi langkah konkret dan bertahap untuk membebaskan daerah tersebut dari penyakit TBC.
“Kegiatan dua hari kedepan tidak hanya sekadar rutinitas penyerapan anggaran. Tetapi rumusan rencana aksi daerah harus jelas dan melahirkan rekomendasi yang siap dievaluasi tahun-tahun mendatang,” tegas Sofyan.
Lebih lanjut Ia juga mengapresiasi keberhasilan Provinsi Gorontalo yang meraih penghargaan Juara 1 Nasional CKG, di mana Kabupaten Gorontalo menjadi yang terbaik di tingkat provinsi.
Selain fokus pada TBC, kewaspadaan terhadap tren penyakit lain juga ditekankan. Integrasi Pelayanan melalui Posyandu dengan menerapkan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) secara kolaboratif, waspada Malaria dan Stunting.
“Seluruh aksi penanggulangan ini dipastikan selaras dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah diproyeksikan hingga tahun 2027 dan seterusnya,” ujarnya.
“Dukungan seluruh pihak yang secara aktif terus berkolaborasi menyukseskan program-program pemerintah daerah. Dengan rencana Aksi Daerah ini akan menjadi peta jalan yang efektif menuju daerah bebas TBC,” tandas Sofyan.
Sementara itu Kadis Kesehatan Ismail Akase adanya dukungan, partisipasi, serta komitmen seluruh elemen masyarakat serta pemangku kepentingan terhadap Penanggulangan dan pencegahan penyakit TBC di Kabupaten Gorontalo.
Berdasarkan hasil temuan tim penanggung jawab di berbagai Puskesmas, tercatat terdapat 658 kasus TB di wilayah Kabupaten Gorontalo pada tahun 2026.
“Merespons data tersebut, Pemkab Gorontalo melaksanakan Penyusunan Rencana Aksi Daerah eliminasi TB Pembentukan Peraturan Bupati (Perbup) terkait penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria,” kata Ismail.
Upaya penanggulangan TB di Kabupaten Gorontalo tidak hanya berfokus pada ranah medis, tetapi peningkatan kualitas hidup pasien melalui pendekatan multisektoral. Program Posyandu & PKK, Fasilitas Rumah Layak Huni, dan Validasi Data Bantuan.
“Keberhasilan program-program kesehatan tidak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Berkat berbagai inovasi ini, Kabupaten Gorontalo saat ini memegang predikat sebagai daerah dengan pelaksanaan layanan Cek Kesehatan Gratis terbaik,” pungkasnya. (DM)







