BOHUSAMI.ID, LIMBOTO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo secara resmi membuka pintu bagi para atlet domino lokal untuk melangkah ke kancah nasional. Melalui Open Turnamen Domino Seri I yang digelar di halaman Kantor Kesbangpol (23-24 April 2026), proses penjaringan atlet untuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas) I ORADO resmi dimulai.
Membuka kegiatan tersebut, Kepala Disporpar Kabupaten Gorontalo, Fany Salamanya, yang mewakili Bupati Sofyan Puhi, menegaskan bahwa ajang ini merupakan langkah strategis daerah.
“Seleksi ini adalah jembatan bagi atlet kita untuk membuktikan kualitas mereka di Kejurnas ORADO 2026,” ujar Fany.
Bupati melalui sambutannya berpesan agar turnamen ini menjadi wadah lahirnya bibit unggul yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Gorontalo. Selain prestasi, Bupati menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan kondusivitas selama dua hari penyelenggaraan yang diikuti oleh ratusan peserta tersebut.
Ketua ORADO Kabupaten Gorontalo, Sarjon Adarani, melalui Sekretaris Bangkit Bobihoe, menyampaikan bahwa esensi dari olahraga domino terletak pada kedalaman analisis dan manajemen risiko para pemainnya.
“Olahraga domino membutuhkan ketelitian, strategi, serta ketepatan dalam mengambil keputusan,” ungkap Bangkit saat memberikan keterangan resmi di sela-sela perhelatan turnamen.
Pada gelaran Turnamen Domino Seri I Tahun 2026 ini, ORADO menerapkan sistem turnamen ketat yang dirancang sebagai sarana seleksi atlet secara objektif. Bangkit menjelaskan bahwa untuk mencapai level kompetitif, seorang pemain harus melewati ujian di berbagai aspek, di antaranya:
- Kemampuan Teknis: Pemahaman mendalam terhadap distribusi kartu.
Strategi & Konsistensi: Kemampuan menjaga pola permainan dalam durasi panjang. - Kekompakan Tim: Mengingat kategori yang dipertandingkan adalah Domino Berpasangan,
- Mental Bertanding: Ketenangan dalam menghadapi tekanan situasi di atas meja.
Tingginya partisipasi peserta dalam seri pertama tahun ini menjadi angin segar bagi perkembangan olahraga ini di wilayah Kabupaten Gorontalo. Lonjakan minat masyarakat dinilai sebagai indikator kuat bahwa ekosistem olahraga domino semakin sehat dan terorganisir.
Bangkit menambahkan bahwa turnamen ini merupakan langkah awal (pemanasan) untuk menjaring talenta terbaik yang akan dipersiapkan menuju kompetisi yang lebih tinggi.
“Antusiasme ini memperkuat optimisme kami untuk mencetak atlet-atlet berkualitas yang siap bersaing pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) mendatang,” pungkasnya. (DM)







