BOHUSAMI.ID, TOMOHON – Kunjungan ke Kota Tomohon dimanfaatkan Wakil Duta Besar (Dubes) Kerajaan Belanda, Adrian Palm, mengunjungi Gereja GMIM Sion, salah satu situs cagar budaya di daerah ini.
Saat tiba di gereja, Adrian Palm didampingi Konsul Kehormatan Kerajaan Belanda untuk Sulawesi Osco Letunggamu, Wali Kota Tomohon Caroll Senduk, Walil Wali Kota Sendy Rumajar, Ketua TP-PKK dr. Jeand’arc Senduk-Karundeng, Kadis Pariwisata Judhistira Siwu. Rombongan disambut Ketua BMPJ Pdt. Dr. Max Kalesaran dan Dr. Richard Siwu serta Pdt. Vickly Bawetik.
Selain gereja Sion, dia juga mengunjungi SD Katolik Santa Clara Tomohon, Gereja Katolik Hati Kudus Yesus, Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Lahendong, Lao-Lao Geothermal Park, Cluster 13, hingga PT Gunung Hijau Masarang.
Di gereja, Adrian lalu mendapat penjelasan secara bergantian oleh Pdt. Richard Siwu dan Juru Pelihara (Jupel) Judie Turambi dan Pdt. Max Kalesaran tentang sejarah Gereja GMIM Sion dan berdirinya GMIM.
Dipaparkan, Gereja Sion berdiri tahun 1930 di era Hindia Belanda dan salah satu pendeta utusan NZG (Nederlandsche Zendeling Genootskapt) yang berhasil memprotestankan Tomohon adalah pendeta dari Negeri Belanda, Ds. Jan Louwerier.
Ds. Louwerier, jelas Turambi, tiba di Tomohon 22 November 1868, lalu mendirikan Meisjesschool atau Sekolah Nona (lalu Louwerier School, kini SD. GMIM 3, Kaaten Matani) di Talete pada 1 November 1881.
Sementara Dr. Siwu menyampaikan kalau Presiden Soekarno, lalu mantan Presiden Megawati Soekarnoputri pernah datang ke gereja ini sambil menunjuk beberapa foto dekat mimbar.
“Saya punya kesan mendalam kepada orang Tomohon yang melestarilan kebudayaan dan warisan sejarah dengan sangat baik sekali,” kata Adrian Palm menanggapi paparan tersebut.
“Gereja ini sudah mendekati seratus tahun namun tetap terjaga dengan baik,” tambahnya mengungkapkan kekagumannya melalui Konsul Kehormatan Osco Letunggamu.(dki)







