Pasang Iklan? Contac Person WA: 081341511701

Dikoordinir Embo dan Dikawal Oknum Petugas, Sabung Ayam di Malalayang jadi ‘Surga’ Penjudi

Ilustrasi arena sabung ayam (dok. somasinews.com)

BOHUSAMI.ID, MANADO – Arena judi sabung ayam Minanga di kawasan Malalayang, Kota Manado, kini menjadi “surga” bagi pelaku dan penikmatnya. Belasan oknum petugas berbaur di antara ratusan pengunjung ‘velt’ yang kabarnya dikoordinir seorang lelaki dengan panggilan Embo.

Seperti yang terjadi pada Minggu (31/5/2026) sore. Ratusan orang dalam suasana riuh menyaksikan adu ketangkasan ‘ayam piso’ (ayam yang di kakinya sudah diikatkan taji buatan dari pisau kecil).

Lokasinya hanya seratus meter dari jalan raya Minanga dan cuma 500 meteran dari jalan raya Malalayang menuju ke Kalasey.

Tidak ada pembatasan atau pemeriksaan khusus yang diberlakukan bagi pengunjung ataupun pemain. Setelah memarkirkan kendaraan (kebanyakan yang datang menggunakan sepeda motor) dan cukup membayar tiket Rp 10.000, siapapun bisa masuk.

Di dalam arena, mereka yang ingin mengadu untung dikenakan tarif dasar minimal Rp 3 juta sebagai taruhan masing-masing untuk kedua pihak yang bertarung, atau Rp 6 juta bagi dua pihak.

Dari tarif dasar itu, disetorkan ke penyelenggara sebesar 10%. Artinya, dalam satu sesi saja, Embo dan rekan koalisinya mendapatkan Rp 600 ribu. Ini angka terendah yang belum ditambah dengan tiket masuk per orang sebesar Rp 10.000. Tak kurang dari 300 orang memadai arena ini.

Beberapa pengunjung menuturkan, nilai taruhan bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah sekali putaran, karena para petarung bukan hanya perorangan, namun bisa juga patungan, baik antar sesama maupun penonton yang kemudian berminat ikut.

Menurut mereka, arena judi sabung ayam yang tak jauh dari pemukiman warga itu boleh berlangsung aman karena restu dari aparat.

“Ada komdan (komandan) yang jaga. Kabarnya dia berpangkat perwira, tapi cuma datang di awal, selanjutnya diteruskan anak buah,” tutur Agus, pengunjung di arena itu.

Para oknum ini tak ada yang berpakaian dinas, namun dari penampilan kasarnya, patut diduga jika mereka adalah berasal dari institusi tertentu.

Agus menambahkan pihak keamanan juga berada di situ untuk membubarkan praktik tak terpuji ini, namun enggan bertindak, mungkin karena permainan tersebut dikawal oknum-oknum petugas dari instansi tertentu.

Soal yang satu ini pernah dikonfirmasikan ke salah satu petinggi Polri di jajaran Polda Sulut. “Anda kan lihat sendiri siapa yang jadi backing-nya. Kami tidak mau berselisih (dengan sesama petugas), sehingga kehadiran petugas kami hanya untuk mengantisipasi jangan sampai ada bentrok sesama pengunjung atau mereka (yang bermain,” papar pimpinan Polri dengan tiga melati di pundaknya itu.

Permainan beruntun judi ini, khususnya di Malalayang, berlangsung aman. Tak hanya aman dari penertiban aparat, diduga arena “manyabung”, demikian istilahnya di Sulawesi Utara, justru mendapat pengawalan sejumlah oknum aparat.

“Di sini aman, banyak komdan yang kawal,” tutur seorang pria berinisial T yang meminta identitas aslinya tidak diungkap, saat menceritakan ihwal lokasi sabung ayam di Malalayang.

Karena itu, kata dia, meski keberadaan tempat ini tak jauh dari jalan raya Minanga, tetap aman bagi para petarung maupun pengikut yang hanya datang bertaruh mengikuti salah satu ayam jagoan milik orang lain.

“Biasanya dimulai siang hingga sore di hari Minggu,” tambah G, pengunjung sekaligus pemain lainnya di lokasi Minanga itu.

Menurut T dan G, setiap pelaksanaan, pengunjung yang datang bisa mencapai 300 orang. Mereka datang dari berbagai penjuru Manado, bahkan ada juga “petarung” asal Minahasa, Minut hingga Bitung.

Koordinator arena sabung ayam ini, tutur keduanya, seorang pria yang tinggal di Malalayang dan biasa dipanggil Embo.

“Embo banyak kenalan komdan kwa. Jadi torang aman-aman saja. Mo tako apa, di sini ada komdan yang jaga langsung,” tambah keduanya.

Apakah benar arena judi ini mendapat support oknum petugas, Embo yang disebut-sebut sebagai penanggung-jawab arena, lewat nomor telepon 08124553xx90, mengakui adanya kehadiran oknum-oknum petugas dari TNI, tanpa menyebut dari kesatuan mana.

“Dorang (mereka) kita pe kenalan, bahkan ada yang masih basudara (bersaudara). Ada polisi, juga tentara,” ujarnya melalui pembicaraan telepon, Senin (1/6/2026).

Kepada para oknum petugas ini, Embo mengaku memberikan sejumlah uang hasil yang didapatkan dari permainan sabung ayam itu. “Ada juga teman-teman media, sekitar 17 orang yang rutin datang mengambil jatah,” tambahnya tanpa merinci.

Sementara, Kasi Humas Polresta Manado, Iptu Agus Haryono yang dihubungi di ponselnya untuk mengkonfirmasi informasi sinyalemen keterlibatan oknum petugas di dua arena judi itu, hanya menyarankan menghubungi Polsek setempat. “Langsung infokan polsek atau ROTR pak biar langsung d tindak lanjuti,” begitu tulisnya dalam pesan WhatsApp, Rabu (19/11/2025).

Dikutip dari lidik.co.id, lokasi sabung seperti itu memiliki fasilitas mewah, seperti felt yang dibuat ukuran besar seperti lapangan voly, dibatasi dengan pembatas kaca untuk para penonton, menjadi satu-satunya lokasi judi sabung ayam piso yang begitu mewah di Manado.

Bukan hanya lokasinya saja yang dibangun mewah, sabung ayam yang sudah lama berjalan luput dari pantauan Aparat Penegak Hukum (APH). Bahkan, seakan-akan dibiarkan begitu saja yang mengundang tanda tanya besar bagi masyarakat kota Manado dan sekitarnya.

Media lidik.co.id dalam beritanya menulis, diduga kuat ada sejumlah oknum anggota TNI yang mem-backup lokasi judi sabung ayam piso ini.

Ditanya terkait jika ada operasi mendadak dari APH, sejumlah pengunjung mengatakan, disini aman, karena ada beberapa anggota tidak tahu pasti anggota dari ijo atau coklat yang berjaga.

“Tetap ada anggota tidak berseragam yang selalu standby di lokasi, jadi aman untuk datang.” kata pengunjung.

Pеrlu dіkеtаhuі, реrjudіаn аdаlаh pertaruhan dengan sengaja уаіtu mеmреrtаruhkаn ѕuаtu nilai аtаu ѕеѕuаtu уаng dіаnggар bеrnіlаі dengan menyadari adanya rеѕіkо dаn harapan-harapan tertentu dаlаm peristiwa-peristiwa реrmаіnаn, реrtаndіngаn, реrlоmbааn dаn kеjаdіаn-kеjаdіаn уаng tіdаk atau bеlum раѕtі hasilnya.

Pengaturan реrjudіаn ѕеndіrі dapat dіtеmukаn dalam раѕаl 303 KUHP, pasal 30 KUHP dan UU nоmоr 7 tahun 1974 tentang penertiban perjudian.

Beberapa waktu lalu arena judi sabung ayam seperti ini di kawasan Paal Empat dan Tikala Ares, yang juga diduga kuat mendapat support oknum petugas, akhirnya ditutup. Dan kini muncul lagi di Malalayang.(dki)

Share:   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *