Kadis Koperasi Sulut (ketiga dari kanan) bersama jajaran Puskud Sulut usai membuka RAT Tahun Buku 2025
BOHUSAMI.ID, MANADO – Pusat Koperasi Unit Desa Sulawesi Utara (Puskud Sulut) sukses melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025. Mewakili Gubernur Yulius Selvanus, Kepala Dinas (Kadis) Koperasi & UKM, Jenny Grace Komaling, SS, MSi, membuka secara Resmi acara ini.
Dilaksanakan di Manado, Selasa (30/6/2026), RAT Tahun Buku 2025 ini dihadiri pengurus KUD dari Minahasa, Nusa Utara, kawasan Bolaang Mongondow Raya (BMR), Manado, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Bitung dan Minahasa Utara.

Dalam sambutan yang dibacakan Kadis Koperasi, Gubernur Yulius Selvanus mengapresiasi Puskud Sulut atas penyelenggaraan RAT ini sebagai forum tertinggi di perkoperasian.

“Koperasi adalah salah satu penggerak ekonomi di Indonesia dan Pemerintah Sulawesi Utara membuka diri bagi pengembangan KUD di daerah ini,” ujarnya dalam acara yang juga dihadiri Sekretaris Dinas Koperasi, Drs. James Neil Aldrin Kewas, M.Si.

Kehadiran Kadis yang juga didampingi sejumlah jajaran Staf Dinas Koperasi dalam RAT kali ini menjadi sinyal dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut atas legitimasi Kepengurusan Puskud Sulut di bawah Ketua, Drs. Ratu Dareda.

Dalam laporannya, Drs. Ratu Dareda di hadapan Kadis dan jajaran Dinas Koperasi, membeberkan sejumlah aset berupa tanah dan bangunan serta puluhan miliar rupiah Dana Penyertaan Modal (DPM) di Induk KUD (Inkud) yang diduga telah digelapkan sejumlah oknum yang mengatasnamakan Pengurus Puskud.

Pada rapat kali ini, sidang yang dipimpin Wens A. Boyangan, SH, MH, didampingi Drs. Marthen Lombogia dan Herry Warbung, SE, forum RAT menerima laporan pertanggung jawaban Badan Pengurus dan Badan Pengawas, sekaligus menerima rencana kerja untuk Tahun Buku 2026.
Salah satunya, forum RAT merekomendasikan Drs. Ratu Dareda membentuk tim untuk mengurus sisa DPM milik Puskud Sulut senilai Rp 47 miliar di Inkud.
Program kerja Puskud yang sudah menjalin kemitraan dengan sejumlah pihak dalam bidang pertanian, perikanan, perdagangan dan industri dengan melibatkan KUD, juga disepakati forum RAT menjadi program kerja 2026.
RAT ini selain diikuti para Ketua KUD, juga dihadiri Sekretaris Puskud, Adrie Mamangkey, Bendahara, Jotje Worotikan, Sekretaris Badan Pengawas, Drs. Philipus Siso, Direktur Operasional, Max Surya Togas, Direktur Keuangan, Arni Anggoman dan Direktur Investasi, Citra Paskalin.(dki)







