Menggalang Peran Partisipasi Masyarakat Pemilih, Bawaslu dan KPU Terus Melakukan Sosialisasi

Bagikan:

BOHUSAMI.ID, GORUT – Sebagai salah satu upaya menggalang peran dan partisipasi masyarakat pemilih dalam mewujudkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang kondusif, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Gorontalo Utara (Gorut) terus melakukan sosialisasi kepemiluan di tengah masyarakat.

Hal itu terungkap saat kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Desa Moluo Kec. Kwandang, Rabu (3/7/2024).

Pada kegiatan kali ini, hadir Komisioner KPU Noval Katili dan Mantan Ketua KPU Gorut Nawir Ismail, unsur hahasiswa , tokoh Masyarakat, unsur Kesbangpol Kab. Gorut, Pengurus OSIS SMA, unsur media massa dan elemen masyarakat lainnya.

Menurut Ketua Bawaslu Kab. Gorut,Ronal Ismail, agenda ini dimaksudkan untuk mensosialisasikan pentingnya peran dan partisipasi masyarakat dalam ikut serta mengawasi jalannya tahapan Pilkada serta penyelenggaraan Pilkada di Gorut.

Dijelaskannya, tanpa peran masyarakat dalam penyelenggaraan Pilkada November mendatang, maka untuk mewujudkan Pilkada yang kondusif sangatlah sulit.

Oleh karena itu Ronal Ismail pada kesempatan ini memgharapkan, agar seluruh elemen masyarakat mengambil peran yang signifikan pada Pilkada kali ini.

“Jika ada hal hal yang tidak sesuai, wajib bagi masyarakat melaporkan ke pihak Bawaslu dan pasti akan di tindaklanjuti” tegas Ronal

Sementara itu, Komisioner KPU, Noval Katili menjelaskan beberapa point penting keterlibatan masyarakat untuk membantu penyelenggara Pemilu dalam memaksimalkan jalannya Pilkada agar tetap berjalan dalam koridor yang baik dan demokratis.

Menurut Noval, jika belajar dari proses Pemilu legislatif bulan Februari 2024 lalu, laporan yang paling dominan adalah dugaan “money politics”.

“Menjelang Pilkada saat ini mengingatkan saya pada Pemilu legislatif Februari lalu. Hampir semua dugaan laporan adalah money politics” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Noval Katili lagi, jika fenomena money politics ini tidak mencuat lagi dan tidak akan menodai pesta demokrasi, terjadi maka menjadi sebuah keharusan bagi lembaga dan masyarakat masyarakat untuk mengambil peran dan terus mengkampanyekan Pemilukada yang bersih dari praktek politik uang.

“Jika tidak bisa mencegahnya minimal meminimalisir Budaya Money politics” jelasnya.

Dalam konteks ini, Noval Katili mengharapkan agar Pilkada tahun ini, khususnya di Kab. Gorontalo Utara dapat berjalan dengan baik.

Caranya menurut Noval adalah dengan memperkecil ruang para oknum untuk bermain- main dengan demokrasi lewat transaksi politik uang yang melibatkan para calon maupun tim sukses dengan para pemilih.

Di bagian lain, mantan Ketua KPU 2018 – 2024 Nawir Ismail, pada kesempatan ini turut mensupport elemen masyarakat yang hadir agar tidak takut dengan segala kemungkinan sepanjang masyarakat memahami prosedur tahapan dan penyelenggaraan Pilkada

Menurutnya,lahirnya pemimpin yang berkualitas pada dasarnya sangat bergantung pada rakyat bukan tergantung sepenuhnya pada para penyelenggara.

Hal itu terjadi, karena semua petugas yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu dikawal,diawasi dan berpedoman pada ketentuan Undang-Undang.

“Banyak hal yang menjadi catatan penting semua pihak, termasuk masyarakat. Keseriusan dan kecermatan dalam mengamati jalannya prosesi tahapan Pilkada kemudian melaporkan kejadian kejadian yang di anggap tidak sesuai merupakan sesuatu yang mutlak dilakukan” kata Nawir

Untuk itu ungkap Nawir lagi, pertemuan atau sosialisasi yang digagas Bawaslu dan KPU Gorut ini sangat penting sebagai wadah untuk mencerahkan dan mencerdaskan masyarakat pemilih.

Selain itu, dari sosialisasi seperti ini, elemen masyarakat akan mendapatkan sumber referensi bahkan inspirasi materi yang kelak akan menjadi bahan diskusi dan terwujudnya proses dialektika kehidupan berdemokrasi yang lebih sehat dan kondusif. (MM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *